Hanyalah yang memakmurkan Masjid-Masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS 9:18, At Taubah)
Menurut Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat hingga tahun 1998 tel... Read more...
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.(QS 3:110, Ali ‘Imran)
Ta’mir Masjid adalah organisasi yang memiliki kaitan sangat erat dengan Islam dan Masjid. Setelah mengikuti aktivitas yang diselenggarakan diharapkan sumber daya manusia (SDM) yang menjadi jama’ahnya, insya Allah, dapat memiliki karakter yang islami. Berikut ini adalah beberapa ...
Read more...
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (QS 3:200, Ali ‘Imran)
Dalam memperbaiki kinerja organisasi Islam kita perlu mempergunakan beberapa piranti (alat-alat) teknis management yang sangat membantu dalam memecahkan masalah. Adapun di antara piranti management yang cukup dikenal adalah Tujuh Piranti ...
Read more...
Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. At-Taubah : 18)

Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (QS 3:200, Ali ‘Imran)
Dalam memperbaiki kinerja organisasi Islam kita perlu mempergunakan beberapa piranti (alat-alat) teknis management yang sangat membantu dalam memecahkan masalah. Adapun di antara piranti management yang cukup dikenal adalah Tujuh Piranti Pengendalian (7-QC Tools). Piranti ini termasuk piranti pengendalian mutu (Quality Control Tools) juga merupakan bagian dari piranti perbaikan berkelanjutan (Continuous Improvement Tools). Piranti ini sangat berguna terutama dalam analisa data statistikal. Piranti pengendalian ini bisa dipilih dan dipergunakan sesuai dengan kebutuhan organisasi dalam merencanakan, melaksanakan, memeriksa dan memperbaiki aktivitasnya. Adapun ketujuh piranti tersebut adalah:
LEMBAR PERIKSA (CHECK SHEET)
Lembar Periksa atau Check Sheet adalah merupakan catatan yang digunakan untuk mendokumentasikan data atau informasi dari suatu proses / aktivitas yang sedang atau telah berlangsung. Dalam aktivitas organisasi Islam, Lembar Periksa digunakan untuk mengevaluasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Pengurus berdasarkan data-data kuantitatif. Dengan adanya data yang tersusun akan memberi manfaat pada saat dilakukan pemeriksaan, rekapitulasi, analisa dan perencanaan aktivitas. Adapun kegunaan dan manfaat dari piranti ini adalah:
a. Untuk membedakan antara opini dan fakta.
b. Mengumpulkan data tentang problem apa yang sering terjadi dan jenisnya.
c. Untuk Memahami persoalan yang sedang dihadapi.
d. Melakukan pemeriksaan, analisa dan pengendalian proses yang sedang berjalan.
e. Menentukan tujuan dari pemeriksaan/pengukuran, data/sample yang akan diambil maupun pelaksananya.
f. Mengidentifikasikan apa yang diperiksa/diukur atau masalah yang dihadapi.
g. Menentukan batasan waktu, tempat atau ukuran yang diperiksa.
h. Mengumpulkan data (berdasarkan kejadian dan jumlahnya).
i. Menghitung/menjumlah data.
Misalnya saja pembuatan Lembar Periksa untuk kegiatan bimbingan membaca Al Quraan bagi remaja dan anak-anak dengan menggunakan Methode Iqra’ yang diselenggarakan oleh Remaja Masjid dan akan dievaluasi setelah sekian lama berjalan.
REKAPITULASI PESERTA BIMBINGAN MEMBACA AL QUR'AN UNTUK REMAJA DAN ANAK-ANAK BULAN MUHARRAM 1431 HIJRIYAH
|
PESERTA
|
IQRA’ I |
IQRA’ II |
IQRA’ III |
IQRA’ IV |
IQRA’ V |
IQRA’ VI |
TOTAL |
|
REMAJA PUTRA |
IIIII IIIII III |
IIIII IIIII II |
IIIII IIII |
IIIII III |
IIIII I |
IIIII |
53 |
|
REMAJA PUTRI |
IIIII IIIII II |
IIIII IIIII III |
IIIII III |
IIIII I |
IIIII |
III |
47 |
|
ANAK-ANAK |
IIIII IIIII IIIII |
IIIII IIIII III |
IIIII III |
IIIII III |
IIIII I |
II |
52 |
|
TOTAL |
40 |
38 |
25 |
22 |
17 |
10 |
152 |
Dari Lembar Periksa di atas dapat diperoleh hasil-hasil rekapitulasi sebagai berikut:
Banyaknya Peserta Remaja Putra = 53 orang
Banyaknya Peserta Remaja Putri = 47 orang
Banyaknya Peserta Anak-anak = 52 orang
Jumlah seluruh peserta = 152 orang
Disamping itu juga dapat kita klasifikasikan peserta dalam jenjang pendidikan Iqra’, yaitu sebagai berikut :
Jumlah Peserta Tingkat Iqra’ I = 40 orang
Jumlah Peserta Tingkat Iqra’ II = 38 orang
Jumlah Peserta Tingkat Iqra’ III = 25 orang
Jumlah Peserta Tingkat Iqra’ IV = 22 orang
Jumlah Peserta Tingkat Iqra’ V = 17 orang
Jumlah Peserta Tingkat Iqra’ VI = 10 orang
Jumlah seluruh peserta = 152 orang
DIAGRAM ALIR (FLOW CHART)
Diagram Alir atau Flow Chart digunakan untuk menggambarkan proses yang berlangsung dengan menggunakan bentuk-bentuk geometrik standard dan garis-garis maupun tanda-tanda penghubung. Dengan Diagram Alir, yang biasa dipakai di bidang komputer, proses suatu aktivitas organisasi Islam yang rumit dapat digambarkan secara sederhana dan mudah dipahami. Demikian pula usaha-usaha perbaikan proses untuk mencari cara kerja yang lebih efisien dan efektif dapat dilakukan dengan lebih mudah. Beberapa simbol yang biasa digunakan dalam penggambaran Diagram Alir antara lain:





Adapun kegunaan dari Diagram Alir adalah:
a. Untuk menyusun dan menganalisa proses aktivitas yang berlangsung.
b. Untuk memahami langkah-langkah dan hambatan dalam berkativitas.
c. Menyusun prosedur proses aktivitas baku dan pengembangannya.
Untuk mempergunakan Diagram Alir diperlukan tahapan yang meliputi:
a. Merumuskan / mendefinisikan proses yang akan dibuat Diagram Alir-nya.
b. Menyiapkan simbol-simbol yang sesuai untuk digunakan dalam menggambarkan Diagram Alir yang akan dibuat.
c. Mengidentifikasikan tugas-tugas proses utama dalam simbol-simbol tertentu dan yang berhubungan dengannya.
d. Mengambarkan aliran proses dalam bentuk Diagram Alir lengkap.
Misalnya, kita akan menggambarkan Diagram Alir proses jenjang bertingkat pelatihan anggota Remaja Masjid. Proses tersebut menggambarkan perjalanan anggota dalam beraktivitas sejak dia mulai menjadi anggota dengan melakukan regristerasi keanggotaan hingga menyelesaikan pelatihan yang diselenggarakan oleh Pengurus. Dimana pelatihan tersebut meliputi Pelatihan Umum (Basic, Intermediate dan Advance) dan Pelatihan Khusus (Training of Trainers dan Training for Trainers) yang dilaksanakan secara berjenjang dan memiliki keterkaitan.

Dari Diagram Alir tersebut di atas dapat kita ketahui bahwa anggota sebagai kader Remaja Masjid mengalami proses sebagai berikut: Remaja muslim yang telah direkrut oleh Pengurus mencatatkan diri (regristerasi) untuk menjadi anggota. Selanjutnya berhak mengikuti Basic Training (BT), apabila lulus dia berhak mengikuti Intermediate Training (IT) atau Training of Trainers (TOT). Setelah lulus IT dia berhak mengikuti Advance Training (AT), dan apabila telah lulus TOT dia berhak mengikuti Training for Trainers (TFT). Sedangkan apabila tidak lulus harus mengulangi lagi.
DIAGRAM PARETO (PARETO CHART)
Diagram Pareto atau kadang disebut Decending Bar Chart yang ditemukan oleh Vilfredo Pareto adalah merupakan diagram batang yang disusun berderet berdasarkan besarnya kuantitas dan diikuti dengan grafik sebagai gambaran jumlah kumulatifnya. Diagram Pareto digunakan untuk menentukan prioritas masalah / kejadian yang diangggap sangat mempengaruhi suatu aktivitas. Semakin ke kiri diagram batangnya semakin tinggi yang menunjukkan kuantitas/persentasinya semakin besar dan berpengaruh.Untuk menggunakan Diagram Pareto diperlukan dukungan Lembar Periksa (Check Sheet) atau teknik pengambilan data lainnya.
Adapun kegunaan dari Diagram Pareto adalah:
a. Untuk menentukan besar-kecilnya masalah yang sedang dihadapi.
b. Untuk menentukan prioritas masalah yang harus diselesaikan.
Untuk mempergunakan Digram Pareto diperlukan tahapan yang meliputi:
a. Mengidentifikasikan kelompok permasalahan atau penyebab masalah.
b. Melakukan pengambilan data dengan menggunakan Lembar Periksa, menyusun urutan data berdasarkan besar kuantitasnya dan membuat persentasinya.
c. Menggambar sumbu vertikal dan horisontal dengan skala tertentu berdasarkan kuantitas atau persentasinya.
d. Mengambarkan data tersebut dalam diagram batang berdasarkan urutan besar persentasinya serta membuat grafik persentasi kumulatifnya.
Misalnya, kita akan mengevaluasi permasalahan ketidakhadiran anggota dalam mengikuti kegiatan Pengajian Remaja yang diselenggarakan oleh Pengurus. Dari pengamatan terhadap anggota yang tidak hadir diperoleh data sebagaimana tabel berikut:
|
No. |
Alasan ketidakhadiran |
Frekuensi |
Persentasi (%) |
|
1 |
Waktu |
8 |
15 |
|
2 |
Tema |
22 |
42 |
|
3 |
Motivasi |
15 |
28 |
|
4 |
Pembicara |
5 |
9 |
|
5 |
Tempat |
3 |
6 |
|
Total |
53 |
100 |
|
Angka-angka yang menunjukkan persentasi ketidakhadiran dapat dibuat diagram balok dari yang besar ke yang kecil. Diagram Pareto kemudian ditarik untuk menghubungkan titik-titik kumulatif dari persentasi ketidakhadiran sebagaimana gambar berikut ini:

Dari gambar Diagram Pareto di atas dapat diketahui faktor utama penyebab ketidakhadiran anggota yang mendesak untuk ditanggulangi dalam penyelenggaraan Pengajian Remaja adalah masalah tentang pengajian dan motivasi para anggota sendiri.
DIAGRAM TULANG IKAN (FISHBONE DIAGRAM)
Diagram Tulang Ikan (Fishbone Diagram) ditemukan oleh Kaoru Ishikawa (1943), sering juga disebut dengan Diagram Sebab Akibat (Cause and Effect Diagram) atau Diagram Ishikawa. Diagram ini digunakan untuk mencari akar penyebab permasalahan; disusun oleh sebab yang seperti rangkaian tulang ikan dengan masalah sebagai kepalanya.
Dengan menggunakan pertanyaan “Mengapa?” pencarian sebab akibat dilakukan secara berantai. beberapa akar permasalahan yang sering dipakai dalam produksi adalah M3P (Method, Material, Machinery dan People), untuk bidang administrasi bisa dipakai P4 (Policies, Procedures, People dan Plan), bisa juga dipakai faktor-faktor management sebagai akar utama permasalahan, yaitu M6 (Man. Money, Material, Machine, Method, dan Moral).
Selain berguna dalam mencari sebab akibat, diagram Ishikawa juga bisa menggambarkan urut-urutan proses yang berantai, dan mempengaruhi proses berikutnya. Jadi diagram ini disamping dapat untuk menjelaskan sebab permasalahan yang dihadapi juga dapat menggambarkan proses yang berlangsung dan saling berhubungan yang pada akhirnya dapat menimbulkan masalah.
Adapun kegunaan dari Diagram Tulang Ikan adalah:
a. Untuk menemukan penyebab-penyebab yang menimbulkan masalah.
b. Untuk melakukan analisa apa yang sedang terjadi dalam aktivitas yang dilaksanakan.
c. Untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas.
Untuk mempergunakan Diagram Tulang Ikan diperlukan tahapan yang meliputi:
a. Menentukan masalah yang dihadapi.
b. Mengidentifikasikan sebab utama yang menimbulkan masalah tersebut.
c. Menggambarkan hubungan antara sebab utama dengan masalah dalam gambar yang menyerupai susunan tulang ikan dengan masalah sebagai kepalanya.
d. Mencari dan menuliskan sebab-sebab yang merupakan derivasi dari sebab-sebab utama dengan mengembangkan pertanyaan “mengapa?” secara berantai.
e. Menentukan sebab yang paling mungkin berpengaruh terhadap terjadinya masalah tersebut.
Misalnya saja, kita ingin mengevaluasi kekalahan Team MTQ suatu organisasi Remaja Masjid yang mengikuti lomba. Dalam melakukan analisa ini dilakukan dengan mencari sebab berdasarkan M6.

Dari Gambar tersebut di atas nampak beberapa penyebab yang mungkin saja menyebabkan kekalahan dari Team MTQ. Tentu saja, besarnya pengaruh dari masing-masing penyebab tersebut bervariasi. Disamping itu, penyebab-penyebab tersebut masih perlu diteliti lebih jauh untuk mendapatkan hasil analisa yang lebih terperinci.
DIAGRAM LAJU (RUN CHART)
Diagram Laju (Run Chart) menggunakan dua buah variable yang menunjukkan dinamika proses yang berlangsung, dimana variasi yang terjadi dimonitor sedemikian rupa sehingga nampak jelas perubahan hasil yang diamati. Biasanya digunakan variable waktu sebagai sumbu horisontal (berdasarkan periodisasi) sebagai acuan terjadinya perubahan. Dalam diagram ini titik-titik data dihubungkan dengan garis, dan bilamana perlu dilengkapi dengan garis nilai rata-rata dari data tersebut.
Adapun kegunaan dari Diagram Laju adalah:
a. Untuk mengumpulkan dan menganalisa data.
b. Memberikan gambaran situasi yang sedang terjadi dalam aktivitas.
c. Untuk membandingkan data berdasarkan periode tertentu guna melakukan pemeriksaan dan pengendalian.
Untuk mempergunakan Diagram Laju diperlukan tahapan yang meliputi:
a. Menentukan apa yang akan diukur/diamati.
b. Menggambarkan dalam sumbu Y (vertikal) dan sumbu X (horisontal). Untuk sumbu Y biasanya digunakan untuk unit sementara untuk sumbu X biasanya berkaitan dengan periodisasi waktu. Semuanya dalam skala yang tertentu.
c. Menggambarkan data yang ada dan menghubungkannya dengan garis.
d. Bilamana perlu gambarkan garis rata-rata data tersebut.
Diagram Laju dapat digunakan untuk memonitor aktivitas tertentu organisasi Islam yang sedang berjalan yang mana aktivitas tersebut diharapkan dapat berlangsung dengan baik dan berkesinambungan. Misalnya, dalam aktivitas Bimbingan Membaca Al Quraan Untuk Remaja dan Anak-anak pada contoh pembahasan Lembar Periksa di depan. Agar kegiatan tersebut dapat berlangsung dengan baik, disamping kehadiran murid juga perlu diperhatikan kehadiran staf guru (Ustadz). Peranan guru sangat dominan dalam keberhasilan aktivitas ini. Untuk itu, harus dijaga rasio (perbandingan) antara guru dan murid. Kehadiran guru juga perlu dimonitor, agar efektifitas pengajaran yang dilakukan dapat berlangsung dengan baik.
Dalam contoh tersebut, ada 18 kelas untuk remaja putra, remaja putri dan anak-anak dengan 18 guru. Apabila ada guru yang tidak hadir akan digantikan oleh guru yang lain, hal ini akan menjadikan rasio murid dibanding guru semakin besar, sehingga pengajaran yang diberikan berkurang efektifitasnya. Bila kita monitor kedatangan guru tersebut tiap hari selama satu minggu, sebagai berikut:
Hari Jumlah Guru yang hadir
Senin 18
Selasa 17
Rabu 14
Kamis 18
Jum’at 12
Sabtu 15
Minggu 17
Rata-rata 15,9
Dari diagram tersebut dapat kita lihat bahwa kehadiran guru tiap harinya rata-rata masih di bawah jumlah kelas, sekitar 16 guru yang hadir tiap hari. Hal ini tentu saja, akan menyebabkan ada dua kelas kosong yang harus diisi oleh guru lain, sehingga akan mempengaruhi efektifitas bimbingan pada para murid. Hasil pengamatan ini dapat membantu Pengurus dalam mengendalikan keberlangsungan proses belajar-mengajar bimbingan membaca Al Quraan, terutama untuk menjaga rasio antara guru dan murid.
DIAGRAM BATANG (BARBELL CHART / HISTOGRAM)
Diagram Batang atau sering disebut dengan Histogram adalah merupakan diagram yang menggambarkan grafik penyebaran data. Grafik Histogram berupa batang (bar) dan biasanya penyebaran datanya berbentuk seperti lonceng (bell), karena itu diagram ini kadang disebut Barbell Diagram. Diagram Batang bisa digunakan untuk mengevaluasi hasil-hasil suatu aktivitas organisasi Islam.
Adapun kegunaan dari Diagram Batang adalah:
a. Mengidentifikasikan masalah yang sedang dihadapi.
b. Untuk pertimbangan dalam mengambil keputusan.
c. Untuk mengetahui penyebaran data.
Untuk mempergunakan Diagram Batang diperlukan tahapan yang meliputi:
a. Mengumpulkan dan membuat tabulasi data.
b. Menghitung range (nilai tertinggi-terendah) dan kelas interval.
c. Mengumpulkan data berdasarkan kelas interval masing-masing
d. Menggambar sumbu vertikal dan horizontal.
e. Menggambarkan data dalam bentuk batang berdasarkan frekuensinya.
f. Melakukan analisa diagram batang tersebut.
Misalnya saja, digunakan untuk mengevaluasi 50 peserta Pelatihan Kepemimpinan Remaja Masjid Basic Training, yang diselenggarakan oleh Panitia. Dimana hasil evaluasi ini akan mempengaruhi kelulusan dari para peserta tersebut. Berdasarkan hasil test dan penilaian Team Penilai bahwa para peserta memperoleh nilai sebagai berikut:
25 45 50 60 60 65 75 70 65 70
35 65 50 60 45 30 70 70 70 85
60 75 60 75 75 65 65 75 55 80
40 75 40 65 85 65 55 75 75 65
60 55 65 60 65 65 70 70 75 95
Range (Nilai tertinggi - Nilai terendah) = 95 - 25 = 70
Lebar Interval untuk 7 kelas (kolom) = 70/7 = 10
Lebar Interval untuk 5 kelas (kolom) = 70/5 = 14
Catatan:
1. Untuk jumlah pengamatan dengan data 25 s/d 100 diperlukan 5 s/d 10 kelas (kolom batang) dalam gambar diagram histogram.
2. Untuk jumlah pengamatan dengan data 100 s/d 250 diperlukan 7 s/d 12 kelas (kolom batang) dalam gambar diagram histogram.
3. Untuk jumlah pengamatan dengan data >250 diperlukan 10 s/d 20 kelas (kolom batang) dalam gambar diagram histogram.
Untuk 7 kelas interval
Kelas Jumlah pengamatan Frekuensi
25 s/d 35 III 3
36 s/d 45 IIII 4
46 s/d 55 IIIII 5
56 s/d 65 IIIII IIIII IIIII III 18
66 s/d 75 IIIII IIIII IIIII I 16
76 s/d 85 III 3
86 s/d 95 I 1

Untuk 5 kelas interval
Kelas Jumlah pengamatan Frekuensi
25 s/d 39 III 3
40 s/d 53 IIIII I 6
54 s/d 67 IIIII IIIII IIIII IIIII I 21
68 s/d 81 IIIII IIIII IIIII II 17
82 s/d 95 IIII 3

Beberarapa nilai yang dapat digunakan sebagai alat analisa histogram, antara lain:
a. Modus : Frekuensi terbesar dari kelas interval yang sering keluar.
b. Median : Nilai tengah-tengah frekuensi dari data.
c. Mean : Nilai rata-rata seluruh data.
Dari 5 kelas interval tersebut terlihat, bahwa nilai Modus terletak pada kelas interval 54 s/d 67, nilai Median adalah 61 dan nilai Mean adalah 63.4.
Untuk penilaian peserta di atas, lebih mudah kita lakukan dengan membagi dalam kelas interval 5 sehingga diperoleh kriteria:
Kelas Nilai Kelulusan Jumlah Peserta
25 s/d 39 E Tidak lulus 3
40 s/d 53 D Lulus bersyarat 6
54 s/d 67 C Lulus cukup 21
68 s/d 81 B Lulus baik 17
82 s/d 95 A Lulus baik sekali 3
Dengan demikian dari lima puluh peserta ada 3 orang yang dinyatakan tidak lulus dalam mengikuti Pelatihan Kepemimpinan tersebut dan 6 orang dinyatakan lulus bersyarat, sedang yang lainnya dinyatakan lulus.
DIAGRAM TEBAR (SCATTER DIAGRAM)
Diagram Tebar atau Scatter Diagram adalah merupakan bentuk diagram sederhana yang menunjukkan hubungan antara variabel yang diamati. Diagram ini merupakan kumpulan titik-titik data yang apabila dianalisa mememiliki kecenderungan tertentu baik positif maupun negatif maupun tidak beraturan. Korelasi data yang ada dapat diperjelas dengan menggunakan analisa regresi.
Diagram Tebar ini merupakan diagram yang mudah dibuat dan dapat segera dilihat kecenderungan-kecenderungan dari data yang kemudian dapat dianalisa kemana arah kecenderungan-kecenderungan tersebut, apakah positif, negatif atau tak beraturan. Secara grafis menunjukkan adanya arah naik, turun atau acak. Adapun kegunaan dari Diagram Tebar adalah:
a. Untuk mengetahui hubungan diantara dua variabel yang mempengaruhi aktivitas.
b. Untuk memahami kecenderungan variabel tersebut, baik kecenderungan positif, negatif maupun tidak beraturan.
c. Untuk memahami atau menganalisa akibat pengaruh dari kecenderungan tersebut.
Untuk mempergunakan Diagram Tebar diperlukan tahapan yang meliputi:
a. Mengumpulkan data yang akan diamati.
b. Menggambarkan sumbu vertikal dan horizontal.
c. Menggambarkan pasangan data pada diagram tersebut.
d. Melakukan interpretasi terhadap diagram tersebut.
Misalnya saja, kita akan menganalisa partisipasi anggota dalam pelaksanaan Pengajian Remaja yang diselenggarakan oleh Remaja Masjid setiap minggu sekali. Data yang diamati adalah banyaknya anggota yang datang dalam acara tersebut. Berdasarkan pelaksanaan yang telah dilakukan selama sepuluh minggu diperoleh data sebagai berikut:
|
Minggu ke |
1 |
2 |
3 |
4 |
5 |
6 |
7 |
8 |
9 |
10 |
|
Anggota yang hadir |
15 |
20 |
18 |
25 |
20 |
31 |
27 |
35 |
37 |
42 |
Dari kedua variabel tersebut dihubungan dalam satu titik data yang menunjukkan hubungan antara waktu dan banyaknya anggota yang hadir. Untuk memperjelas dapat dibuat garis kecenderungan atau regresi dari data tersebut.
Dari diagram tersebut terlihat adanya kecenderungan positif ditandai dengan kenaikan garis kecenderungan; yang dapat diartikan bahwa kehadiran para anggota dalam acara Pengajian Remaja semakin meningkat jumlahnya.

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.(QS 3:110, Ali ‘Imran)
Ta’mir Masjid adalah organisasi yang memiliki kaitan sangat erat dengan Islam dan Masjid. Setelah mengikuti aktivitas yang diselenggarakan diharapkan sumber daya manusia (SDM) yang menjadi jama’ahnya, insya Allah, dapat memiliki karakter yang islami. Berikut ini adalah beberapa karakter yang diharapkan dapat menjadi ciri khas jama’ah Masjid.
MUSLIM YANG BERIMAN.
Seorang manusia dapat disebut muslim setelah dia mengucapkan syahadah, bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasulullah. Dengan ucapan persaksian ini dia telah menjadi bagian jama’ah muslimin dan bersaudara karena agama. Selanjutnya dia terpelihara darah, kehormatan dan hartanya.
Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu, maka barang siapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir. "Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang yang dzalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.
(QS 18:29, Al Kahfi).
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari pada jalan yang salah. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS 2:256, Al Baqarah).
Hanyalah yang memakmurkan Masjid-Masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS 9:18, At Taubah)
Menurut Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat hingga tahun 1998 telah tercatat Masjid dan Mushalla di Indonesia tidak kurang dari 600.000 buah (Drs. A. Yani, Panduan Memakmurkan Masjid). Berdasarkan data Departemen Agama tahun 2004 Jumlah Masjid di Indonesia 643.834 buah, jumlah ini meningkat dari data tahun 1977 sebesar 392.044 buah, (myquran.org, 24-12-2005).
Diperkirakan, jumlah Masjid dan Mushala di Indonesia saat ini antara 600.000 - 800.000 buah. Alhamdulillah, jumlah Masjid di Indonesia semakin bertambah dan, insya Allah, akan terus bertambah. Secara kuantitatif jumlah tersebut cukup menggembirakan, hanya saja secara kualitatif masih sangat memprihatinkan. Karena banyaknya Masjid kurang diikuti dengan semaraknya umat dalam memakmurkannya.

REVISI:
KURIKULUM IAIN & UIN
BERSIHKAN:
DEPAG,
IAIN,
PESANTREN,
UNIVERSITAS,
PARPOL,
ORMAS,
DAN LSM ISLAM
DARI OKNUM-OKNUM PENYUSUP PAHAM SESAT:
PLURALISME,
SEKULARISME
DAN LIBERALISME
TINGGALKAN:
ULAMA DAN KYAI YANG MENOLAK SYARI'AT ISLAM DITEGAKKAN SECARA KAFFAH
ADILI:
PARA KORUPTOR AGAMA
MESKIPUN DIA MENGAKU KYAI, ULAMA, GUS, USTADZ ATAU SANTRI

Jika anda ingin membantu operasional situs ini, bisa traktir saya untuk secangkir kopi dengan klik link di bawah ini:

![]()


Dapatkan di toko buku anda