Hanyalah yang memakmurkan Masjid-Masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS 9:18, At Taubah)
Menurut Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat hingga tahun 1998 tel... Read more...
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.(QS 3:110, Ali ‘Imran)
Ta’mir Masjid adalah organisasi yang memiliki kaitan sangat erat dengan Islam dan Masjid. Setelah mengikuti aktivitas yang diselenggarakan diharapkan sumber daya manusia (SDM) yang menjadi jama’ahnya, insya Allah, dapat memiliki karakter yang islami. Berikut ini adalah beberapa ...
Read more...
Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung. (QS 3:200, Ali ‘Imran)
Dalam memperbaiki kinerja organisasi Islam kita perlu mempergunakan beberapa piranti (alat-alat) teknis management yang sangat membantu dalam memecahkan masalah. Adapun di antara piranti management yang cukup dikenal adalah Tujuh Piranti ...
Read more...
Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. At-Taubah : 18)

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.(QS 3:110, Ali ‘Imran)
Ta’mir Masjid adalah organisasi yang memiliki kaitan sangat erat dengan Islam dan Masjid. Setelah mengikuti aktivitas yang diselenggarakan diharapkan sumber daya manusia (SDM) yang menjadi jama’ahnya, insya Allah, dapat memiliki karakter yang islami. Berikut ini adalah beberapa karakter yang diharapkan dapat menjadi ciri khas jama’ah Masjid.
MUSLIM YANG BERIMAN.
Seorang manusia dapat disebut muslim setelah dia mengucapkan syahadah, bahwa tidak ada Tuhan kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasulullah. Dengan ucapan persaksian ini dia telah menjadi bagian jama’ah muslimin dan bersaudara karena agama. Selanjutnya dia terpelihara darah, kehormatan dan hartanya.
Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu, maka barang siapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir. "Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang yang dzalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.
(QS 18:29, Al Kahfi).
Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari pada jalan yang salah. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS 2:256, Al Baqarah).
Hanyalah yang memakmurkan Masjid-Masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS 9:18, At Taubah)
Menurut Dewan Masjid Indonesia (DMI) Pusat hingga tahun 1998 telah tercatat Masjid dan Mushalla di Indonesia tidak kurang dari 600.000 buah (Drs. A. Yani, Panduan Memakmurkan Masjid). Berdasarkan data Departemen Agama tahun 2004 Jumlah Masjid di Indonesia 643.834 buah, jumlah ini meningkat dari data tahun 1977 sebesar 392.044 buah, (myquran.org, 24-12-2005).
Diperkirakan, jumlah Masjid dan Mushala di Indonesia saat ini antara 600.000 - 800.000 buah. Alhamdulillah, jumlah Masjid di Indonesia semakin bertambah dan, insya Allah, akan terus bertambah. Secara kuantitatif jumlah tersebut cukup menggembirakan, hanya saja secara kualitatif masih sangat memprihatinkan. Karena banyaknya Masjid kurang diikuti dengan semaraknya umat dalam memakmurkannya.

REVISI:
KURIKULUM IAIN & UIN
BERSIHKAN:
DEPAG,
IAIN,
PESANTREN,
UNIVERSITAS,
PARPOL,
ORMAS,
DAN LSM ISLAM
DARI OKNUM-OKNUM PENYUSUP PAHAM SESAT:
PLURALISME,
SEKULARISME
DAN LIBERALISME
TINGGALKAN:
ULAMA DAN KYAI YANG MENOLAK SYARI'AT ISLAM DITEGAKKAN SECARA KAFFAH
ADILI:
PARA KORUPTOR AGAMA
MESKIPUN DIA MENGAKU KYAI, ULAMA, GUS, USTADZ ATAU SANTRI

Jika anda ingin membantu operasional situs ini, bisa traktir saya untuk secangkir kopi dengan klik link di bawah ini:

![]()


Dapatkan di toko buku anda